Keriuhan Piala Konfederasi 2014 di Brazil saat ini tentunya sangat membuat hati pecinta sepakbola di Indonesia terasa miris. Mengapa ?? Karena salah satu pesertanya bisa di bilang dari negeri antah-berantah, Tahiti. Mereka lolos dengan status sebagai juara Oceania mengalahkan Selandia Baru yang notabene merupakan unggulan di zona Oceania.
Tahiti dengan jumlah penduduk sekitar 200 ribu bisa berhadapan dengan tim-tim kuat dunia seperti Spanyol, Uruguay, dan Nigeria. Yaa walaupun mereka dipermalukan dengan skor-skor yang sangat telak. Namun setidaknya mereka bisa tampil di ajang internasional yang selama ini hanya bisa dimimpikan oleh pecinta sepakbola Indonesia.
Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 200 juta. Jangankan untuk tampil di ajang Piala Konfederasi atau Piala Dunia, di kawasan Asia Tenggara pun Indonesia nggak mampu berbuat banyak. Indonesia hanya mampu menang tapi untuk juara hanya sebatas mimpi. Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam merupakan tim-tim unggulan yang saat ini lebih kuat dari Timnas kita. Bahkan sekarang Filipina pun mampu untuk mengimbangi Indonesia. Di saat persepakbolaan tim-tim tetangga maju, sepakbola nasional justru hanya berjalan di tempat, kalo boleh di bilang sih mundur.
Di Asia, lawan-lawan yang dihadapi tentunya lebih kuat lagi. Negara-negara Asia Timur macam Jepang, Cina, Korea Selatan,dan Korea Utara merupakan tim-tim yang bisa d bilang langganan Piala Dunia. Terus tim-tim Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Oman, Bahrain, dan UEA levelnya berada di atas Indonesia. Dan juga Australia yang jadi salah satu tim terkuat di Asia. Tentunya misi Indonesia untuk menjuarai Piala Asia atau bahkan untuk lolos ke Piala Dunia bisa dikatakan mustahil !
Nah terus bagaimana caranya supaya Indonesia bisa juara dan lolos ke Piala Dunia ??
Wacana yang kembali mengemuka saat ini yaitu Indonesia pindah zona konfederasi. Indonesia yang saat ini berada di zona Asia disarankan berpindah ke zona Oceania. Secara geografis itu sangat memungkinkan. Dan harapan untuk lolos ke Piala Dunia bisa terwujud jika melihat lawan yang ada di zona Oceania seperti Selandia Baru, Tahiti, dan Fiji yang kualitasnya hampir sama dengan Timnas kita. Juara Oceania hanya perlu menghadapi peringkat empat zona Concacaf -yang biasanya diperebutkan antara Honduras, Kosta Rika, dan Panama- untuk bisa lolos ke putaran Piala Dunia.
Bagi saya, wacana ini mempunyai sisi positif dan negatif. Positifnya, dengan Indonesia berpindah zona, maka dahaga juara yang selama ini di alami bisa terpuaskan dan impian untuk lolos ke Piala Dunia bukan hanya sekedar di film saja, namun juga bisa diwujudkan dengan nyata. Dan juga wacana ini lebih baik bila dibandingkan dengan kebijakan instan PSSI yang melakukan naturalisasi pemain keturunan yang kualitasnya bisa dibilang setara dengan pemain lokal.
Negatifnya, jika Indonesia berpindah zona, maka kualitas persepakbolaan negara kita tentunya akan menurun. Ibaratnya seperti seorang anak sekolah yang sulit untuk meraih juara di sekolah yang unggulan. Lantas dia pindah ke sekolah yang di daerah pinggiran dan meraih juara. Cita-cita juaranya tercapai, tapi kualitasnya kan nggak !
Kalau gitu sih MENDING JADI PECUNDANG DI KELAS KAKAP, DARIPADA JUARA DI KELAS TERI !!!
Lagian juga ngapain malu kalo timnas kita gak bisa juara, toh Indonesia juga udah nggak punya malu. Iya, malu. Indonesia mustinya malu karena dengan jumlah penduduk sekitar 200 juta, kok mau gitu meNATURALISASI pemain keturunan. Apa stok pemain berbakat sudah habis ?? Kalau negara seperti Singapura dan Filipina melakukan naturalisasi pemain, yaa wajar lah karena jumlah penduduk mereka kan sedikit. Thailand, Vietnam, dan Malaysia mereka bisa juara hanya dengan pemain lokalnya, namun dengan semangat patriotisme yang tinggi.
So, yang mestinya di lakukan PSSI bukan dengan cara melakukan naturalisasi pemain atau mung mungkin pindah zona konfederasi. Tapi, yang dengan cara pembinaan pemain usia dini yang berkelanjutan yang diharapkan bisa menghasilkan pemain yang berkualitas dan bisa berjangka panjang. Dan satu hal yang mungkin saat ini sudah pudar, yaitu semangat patriotisme. jika semangat patriotisme dan mental juara di gabungkan di dalam tim yang berkualitas, maka Sang Garuda akan menjadi Raja di Asia bahkan Dunia.
KEEP SUPPORT INDONESIA !!

.jpg)

